Senin 6 Juni 2016, sejumlah 8 orang guru dari SMP Petra 3 Surabaya berkunjung ke Pusdakota Universitas Surabaya. Kunjungan ini tentu bukan sekedar kunjungan biasa, mereka datang untuk belajar dan melihat langsung bagaimana proses pengelolaan sampah yang telah dilakukan oleh Pusdakota. Hal ini tentu saja berkaitan dengan rencana pengelolaan sampah yang akan diterapkan di sekolah mereka, terutama pengomposan sampah organik. Selama ini pengelolaan sampah masih sebatas pada pengumpulan sampah-sampah jenis anorganik seperti botol bekas kemasan air minum dan kardus-kardus bekas yang ada di lingkungan sekolah.

Petra 3 sebagai salah satu sekolah swasta yang cukup terkenal di Kota Surabaya memiliki jumlah murid yang tidak sedikit, lebih dari seribu siswa bersekolah di sini. Hal ini jika dikaitkan dengan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya, maka sekolah ini termasuk salah satu penghasil sampah yang cukup banyak di Kota Surabaya, baik jenis organik maupun anorganik. Untuk mengatasi persoalan ini, terutama bau yang ditimbulkan oleh sampah anorganik di lingkungan kantin sekolah, para guru berinisiatif untuk memulai pengelolaan sampah sekolah secara menyeluruh. Sebagai langkah awal, maka dirasa perlu untuk membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pengelolaan sampah. Dengan begitu, akan lebih mudah melakukan pengkaderan di tingkat siswa nantinya.

Seperti biasanya, kegiatan belajar di Pusdakota tidak sebatas teori, kegiatan belajar selalu diisi dengan praktek langsung. Kali ini, peserta belajar berkesempatan mempraktekkan langsung bagaimana cara pembuatan bakteri cair, bakteri padat, dan pengolahan sampah metode Open Windrow. Disela-sela kegiatan praktek, peserta tentu saja bebas untuk menggali informasi seluas dan sedalam mungkin yang nantinya semakin memperluas pengetahuan mereka tentang pengelolaan sampah.

Hasil dari kegiatan belajar ini akan ditindaklanjuti dengan penerapan metode pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair dengan tetap memperhatikan prinsip dasar pengomposan. Ke depan, sekolah juga berencana melakukan pembangunan rumah kompos sebagai lokasi pengolahan sampah organik yang dihasilkan oleh sekolah. Terutama sampah organik yang berasal dari kantin dan kebun sekolah. Nah, jika Petra 3 sudah memiliki kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan dan kini bersiap untuk sebuah tindakan nyata, bagaimana dengan Anda?. Mari ciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, dengan memilah dan mengolah sampah sendiri!