Awal Februari lalu, 7 orang kader penggerak masyarakat dari wilayah RT 07/RW 08, Kelurahan Joglo, Jakarta Barat melakukan kunjungan belajar di Pusdakota Universitas Surabaya dan beberapa wilayah model kampung ramah lingkungan di Kota Surabaya. Selama tiga hari (tanggal 5 – 7 Februari 2016), tim yang dikenal dengan nama “Joglo JAWARA” saling berbagi pengalaman bagaimana melakukan pengorganisasian masyarakat. Terutama dalam upaya mengembangkan model permukiman penduduk yang sehat, indah dan asri.

Selama ini, kader Joglo JAWARA telah melakukan berbagai upaya guna meningkatkan kualitas lingkungan permukiman penduduk di wilayahnya. Melalui kegiatan pengelolaan lingkungan terpadu, telah dikembangkan model pengelolaan sampah organik rumah tangga, penghijauan, dan bank sampah. Namun, pelibatan atau partisipasi masyarakat masih belum menyeluruh. Untuk itu, dirasa perlu untuk menggali pembelajaran dari komunitas yang telah berhasil menjadi model.

Selain di Pusdakota dan komunitas Rungkut, kader juga mengunjungi wilayah RW III, Kelurahan Jambangan dan kawasan Hutan Mangrove di Kelurahan Wonorejo. Di kedua wilayah ini, kader banyak bertemu dan berdiskusi langsung dengan beberapa penggerak yang telah menginisiasi dan menjadi pelaku pemberdayaan di wilayah tersebut. Dari proses belajar ini, kader kemudian menarik refleksi pembelajaran yang kemudian dimaterialisasikan dalam bentuk rencana tindak lanjut bagi pengembangan wilayah mereka.

Guna memperkuat hasil pembelajaran di lapangan, tim kemudian ditantang untuk menyelesaikan beberapa permainan yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan soliditas tim. Tidak hanya kemampuan leadership dan komunikasi intrapersonal, kepekaan dan empati tentu menjadi faktor penting yang harus dimiliki oleh para kader penggerak masyarakat. Hal inilah yang kemudian menjadi refleksi bersama dari rangkaian permainan team building yang mereka lalui. Mulai dari hal yang kecil dan sederhana untuk menciptakan perubahan yang besar dan bermakna.