Dalam rangka peningkatan mutu lingkungan hidup yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, Dewan Pastoral Paroki Kristus Raja Surabaya mengadakan lomba penataan lingkungan dengan tema Pengolahan Sampah dan Pemanfaatan Lahan untuk Tanaman Produktif. Salah satu anggotanya, wilayah Santo Damianus yang berkantor di jalan Kalikepiting Jaya, Surabaya, turut berpartisipasi dalam lomba tersebut.

Untuk pemanfaatan lahan pekarangan, mereka telah menerapkan hidroponik, memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar wilayah mereka. Sementara itu, untuk pengolahan sampah, mereka berencana melakukan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menerapkan keranjang Takakura atau Takakura Home Method (THM). Hal ini disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kesiapan warganya.

Mengingat minimnya informasi dan pengetahuan pengolahan sampah yang dimiliki warga, maka kelompok ini mengadakan kegiatan sosialisasi dan diskusi seputar pengolahan sampah organik rumah tangga, khususnya dengan metode keranjang Takakura. Kegiatan yang diadakan pada Minggu pagi, 7 Agustus 2016, bertempat di rumah Bapak Hardi, salah satu anggota paroki. Kegiatan dihadiri sebanyak 7 anggota, difasilitasi oleh staf Pusdakota Universitas Surabaya. Tak hanya membahas teknis penggunaan Keranjang Takakura tentunya, penguatan terhadap spirit gerakan lingkungan juga menjadi satu bahan tersendiri. Meskipun kegiatan ini diawali lewat penyelenggaraan lomba, sangat diharapkan keberlanjutannnya. Tidak berhenti saat kegiatan lomba selesai, seperti kebanyakan yang terjadi dan dialami oleh beberapa komunitas di banyak wilayah di Kota Surabaya dan sekitarnya.

Pasca kegiatan ini, sebanyak 13 anggota kelompok akan menerapkan pengolahan sampah dengan komposter Takakura di rumah mereka masing-masing. Jika efektif, tentu akan diperluas ke seluruh anggotanya. Nah, komunitas Kalikepiting telah memulai aksi peduli lingkungan mereka, bagaimana dengan Anda? Semoga gerakan kecil ini memberi perubahan baru bagi masyarakat di sekitarnya.

thumb lomba hut ri 03Ada banyak cara untuk memperingati hari kemerdekaan RI, salah satunya lewat penyelenggaraan kegiatan lomba-lomba. Kegiatan lomba pun sangat beragam, mulai dari lomba makan kerupuk, lomba balap karung, lomba panjat pinang, lomba cerdas cermat, fashion show, hingga pertandingan olahraga antar warga.

Tak hanya di instansi pendidikan, instansi pemerintah, dan swasta, Perpustakaan Pelangi Pusdakota Universitas Surabaya turut menyelenggarakan kegiatan lomba-lomba.

Kamis, 19 Mei 2016. Waktu masih menunjukkan pukul 08.30 wib, saat Pusdakota mulai dipenuhi remaja berseragam olah raga. Mereka adalah siswa-siswi SMPN 51 Surabaya yang terpilih menjadi kader lingkungan di tingkat sekolah. Pagi itu, mereke berkunjung ke Pusdakota Universitas Surabaya untuk melihat secara langsung bagaimana kegiatan pengelolaan lingkungan yang ada. Sebanyak 25 anak didik dan 4 guru pendamping yang terlibat pada kunjungan ini. Tidak sekedar berkunjung tentunya,

pelatihan gki jul16 thumb“Kak, kenapa mienya jadi berdarah ya?”, tanya Gerry, salah satu peserta pendidikan lingkungan perwakilan dari GKI Mojokerto. Gerry dan teman-temannya sedang mencermati bagaimana cara melakukan tes sederhana terhadap makanan yang mengandung borax. Gery dan 53 anak lain memang sedang mengikuti kegiatan pendidikan lingkungan di Pusdakota Universitas Surabaya. Mereka adalah perwakilan dari anak-anak sekolah minggu di Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Ada yang dari GKI Mojokerto, GKI Surabaya, GKI Sidoarjo, GKI Malang dan GKI Madiun.

kancil kbs thumbSuasana masih terasa agak lengang, ketika rombongan anak KANCIL (Pustakawan Cilik) Perpustakaan Pelangi Pusdakota tiba di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Matahari pagi masih belum bersinar terik, begitupula udara masih terasa sejuk. Kebun binatang yang ditumbuhi dengan aneka pepohonan serta dihuni beraneka ragam satwa ini mampu memberikan suasana yang segar bagi pengujungnya. Itulah mengapa tempat ini masih dijadikan salah satu destinasi wisata di Kota Surabaya.